Data Scientist, Data Science, Machine Learning, Statistics, Data Science Indonesia, Data Analytics, Data Analysis, Data Analyst, Data, Astronomy, Astronomer, Science, Python, iPython, Jupyter Notebook, R, RStudio, Excel, Coding, Koding, Cara Mengolah Data, Mengolah Data, Olah Data, Programming, Pemrograman, Sains, Teknologi, Ilmu Data, Teknologi Informasi, Tech in Asia, Teknologi, Technology, Sains, Bisnis, Business, Business Analyst, Business Analysis, Social Media Mining, Movie Review, Muhammad Azizul Hakim, Aziz

Bermain Twitter dengan R (Part 5) – Sentiment Analysis (Go-Jek vs Grab vs Uber)

“The more complex the world situation becomes, the more scientific and rational analysis you have to have, the less you can do with simple good will and sentiment.”

~ Reinhold Niebuhr

Akhirnya (setelah berpanjang-panjang), sampailah kita pada pembahasan yang paling ditunggu-tunggu, hands-on sentiment analysis with R! Prok prok prok.. πŸ˜€

Material yang akan kita analisis sentimennya adalah tweet konsumen maupun media, tentang aplikasi transportasi online, yaitu Go-Jek, Grab, dan Uber. Sebelum dimulai, mohon dibaca peringatan berikut ini:Baca selebihnya »

Data Scientist, Data Science, Machine Learning, Statistics, Data Science Indonesia, Data Analytics, Data Analysis, Data Analyst, Data, Astronomy, Astronomer, Science, Python, iPython, Jupyter Notebook, R, RStudio, Excel, Coding, Koding, Cara Mengolah Data, Mengolah Data, Olah Data, Programming, Pemrograman, Sains, Teknologi, Ilmu Data, Teknologi Informasi, Tech in Asia, Teknologi, Technology, Sains, Bisnis, Business, Business Analyst, Business Analysis, Social Media Mining, Movie Review, Muhammad Azizul Hakim, Aziz

Margin Call (2011) – A Movie Review from Data Scientist Perspective

“Be first, be smarter, or cheat.”

~ John Tuld

Margin Call adalah film yang menceritakan tentang 24 jam sebelum tahap awal kebangkrutan sebuah Wall Street Investment Bank besar (terinspirasi dari kebangkrutan Lehman Brothers), yang berujung pada krisis finansial tahun 2007-2008. Untuk review film bertema serupa, baca juga The Big Short (2015) – A Movie Review from Data Scientist Perspective.

Cerita dimulai ketika terjadi pengurangan karyawan secara masifΒ  di lantai/divisi trading, pada sebuah investment bank yang bernama NBS (firma investasi berusia > 107 tahun), pada hari bisnis normal/hari kerja. Salah satu orang yang bernasib tidak beruntung kali itu adalah Eric Dale, kepala departemen manajemen risiko (risk management). Sebelum meninggalkan kantor, Dale sempat bercerita pada rekannya, Will Emerson, bahwa dia menemukan sesuatu yang penting pada proyeknya yang belum selesai, namun, Emerson mengatakan, itu sudah bukan urusannya lagi. Eric, dengan suasana hati yang kacau, meninggalkan kantornya dengan memberikan sebuah USB kepada salah satu rekan risk analystnya, Peter Sullivan, dan berpesan ‘hati-hati!’.Baca selebihnya »